SEKILAS
TENTANG KANGEN BAND
Kangen
Band adalah grup musik dari Indonesia. Anggotanya berjumlah 6 orang
yaitu Dodhy, Andika, Tama, Iim, Bebe, dan Izzy. Grup musik ini
dibentuk pada tahun 2005 di Lampung. Lagu populernya ialah Tentang
Bintang,dan lagu adaptasi dangdutnya adalah Selingkuh. Oleh beberapa
pihak yang iri dan tidak suka, band ini dianggap tidak berkualitas.
Band ini dianggap tidak mempunyai musikalitas, meskipun begitu band
ini cukup sering direquest oleh pendengar radio.
Walaupun terdaftar sebagai band di belantika musik Indonesia, band ini memiliki prestasi untuk sebuah band underdog, band ini mampu mengumpulkan massa dan fans tanpa satupun videoklip milik mereka yang diputar di TV. Otomatis band ini menuai jajaran penggemarnya lewat penyebaran CD dan VCD bajakan.
Ada gosip bahwa mereka sudah mempunyai 472 stok lagu yang diciptakan oleh mereka sendiri yang sudah ada di album perdana mereka dan album mereka berikutnya.[rujukan?] Pada tahun 2007, mereka membintangi sebuah sinetron berjudul Aku Memang Kampungan, yang bercerita tentang perjalanan karier mereka.
Setahun usai album perdana dirilis, Kangen kembali mengeluarkan album kedua. Album bertajuk Bintang 14 Hari ini menyajikan warna musik yang berbeda dengan menampilkan unsur Melayu dan mengeksplorasi unsur Jawa. Di album ini, Kangen menggaet arranger Andi Bayau dan masih setia dengan backing vocal Eren.
Pada 6 Mei 2009 Kangen Band meluncurkan album ketika mereka. Album yang menjagokan lagu "Terbang Bersamaku" ini diberi judul Pujaan Hati.
Selain bermusik, Kangen Band juga akan menjajal dunia layar lebar. Hal ini terkait dengan kisah hidup Kangen Band yang akan diangkat ke layar lebar. Film ini nantinya akan disutradarai oleh Lola Amaria.
Walaupun terdaftar sebagai band di belantika musik Indonesia, band ini memiliki prestasi untuk sebuah band underdog, band ini mampu mengumpulkan massa dan fans tanpa satupun videoklip milik mereka yang diputar di TV. Otomatis band ini menuai jajaran penggemarnya lewat penyebaran CD dan VCD bajakan.
Ada gosip bahwa mereka sudah mempunyai 472 stok lagu yang diciptakan oleh mereka sendiri yang sudah ada di album perdana mereka dan album mereka berikutnya.[rujukan?] Pada tahun 2007, mereka membintangi sebuah sinetron berjudul Aku Memang Kampungan, yang bercerita tentang perjalanan karier mereka.
Setahun usai album perdana dirilis, Kangen kembali mengeluarkan album kedua. Album bertajuk Bintang 14 Hari ini menyajikan warna musik yang berbeda dengan menampilkan unsur Melayu dan mengeksplorasi unsur Jawa. Di album ini, Kangen menggaet arranger Andi Bayau dan masih setia dengan backing vocal Eren.
Pada 6 Mei 2009 Kangen Band meluncurkan album ketika mereka. Album yang menjagokan lagu "Terbang Bersamaku" ini diberi judul Pujaan Hati.
Selain bermusik, Kangen Band juga akan menjajal dunia layar lebar. Hal ini terkait dengan kisah hidup Kangen Band yang akan diangkat ke layar lebar. Film ini nantinya akan disutradarai oleh Lola Amaria.
Kisah
sukses kangen band
Membaca
kisah sukses memang menyenangkan. Ini juga yang membuat saya ikut
senang ketika membaca kisah sukses grup musik Kangen Band. Meski
belum sepopuler grup band papan atas lainnya, keberhasilan mereka
menjual 300 ribu copy album mereka sudah cukup mengangkat tingkat
kesejahteraan personilnya.
Menarik sekali mengetahui bahwa vokalisnya mantan tukang es cendol. "Pantesan suaranya keras, karena biasa teriak-teriak jual es cendol" seloroh rekannya pada Andika sang vokalis.
Menarik sekali mengetahui bahwa vokalisnya mantan tukang es cendol. "Pantesan suaranya keras, karena biasa teriak-teriak jual es cendol" seloroh rekannya pada Andika sang vokalis.
Menarik
sekali mengetahui bahwa vokalisnya mantan tukang es cendol. "Pantesan
suaranya keras, karena biasa teriak-teriak jual es cendol"
seloroh rekannya pada Andika sang vokalis.
Berikut saya copykan kisah mereka yang dimuat di Harian Kompas,
Berikut saya copykan kisah mereka yang dimuat di Harian Kompas,
Kangen Suara Jelata - Frans Sartono
Suatu siang di Kantor Warner Music, Jakarta, enam awak band melahap nasi bungkus sambil duduk lesehan di lantai atau duduk bersila di sofa. Mereka adalah personel Kangen Band, kelompok dari Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, yang belakangan naik daun.
"Pacarku cintailah aku/ Seperti aku cinta kamu/ Tapi kamu kok selingkuh."
Itu penggalan lirik lagu Selingkuh dari Kangen Band, yang menurut seorang produser terkesan agak "kampungan". Akan tetapi, justru nuansa kampungan itulah yang menjadikan perusahaan rekaman Warner mengambil Kangen Band.
Band bentukan 4 Juli 2005 itu kini tengah mencicipi ujung dari sebuah popularitas. Album pertama Aku, Kau & Dia yang dirilis Warner Music Indonesia (WMI) pada Februari 2007 terjual sekitar 300.000 keping. Ini termasuk angka cukup tinggi mengingat artis terkenal pun saat ini cukup sulit untuk meraih angka penjualan 50.000 kopi.
Jadwal konser keliling mereka padat. Bulan Juni lalu mereka tur ke belasan kota di Jawa Tengah, seperti Cilacap, Klaten, Jember, Tuban, Sidorajo, sampai Banyuwangi, dan Kalimantan. Di Sampit, Kalimantan, mereka tampil di hadapan sekitar 19.000 penonton. Kangen bahkan akan tampil pada konser akbar Soundrenalin 2007. Mereka kebagian tampil di Palembang (22 Juli) dan Surabaya (5 Agustus).
Kangen tengah mencicipi rezeki. Meski relatif "kecil" dibandingkan dengan perolehan band penghasil album sampai di atas satu juta kopi, awak Kangen sudah sangat bersyukur. Dodhy, sang gitaris, vokalis, dan penggubah lagu, bisa membeli sepeda motor, pesawat televisi, dan meja-kursi, serta membantu ayahnya yang bekerja sebagai penarik becak.
"Aku sudah meminta bapak untuk berhenti narik becak, tapi enggak mau. Katanya, baik untuk jantung," kata Dodhy Hardiyanto (23) tentang ayahnya yang bernama Paijo.
Setakat, itulah pengalaman paling dramatik dalam perjalanan hidup Kangen sebagai band. Kangen berawak Dodhy pada gitar dan vokal, Andika (vokal), Thama (gitar 2), Bebe (bas), Iim (drum), dan Izzy (keyboards). Mereka sama sekali tak menyangka akan diambil oleh Warner, perusahaan rekaman besar yang juga menaungi Jikustik sampai Maliq & D’Essential. Warner sebagai bagian dari perusahaan rekaman raksasa Warner Group juga mengedarkan album dari sederet nama terkenal, mulai Phil Collins, MUSE, My Chemical Romance, sampai Linkin Park.
"Ketika tiba di Jakarta, kami ketemu Pak Jusak (Produser WMI). Kami diajak makan. Meja makannya gede banget. Kami kaget saat diajak melihat studio rekaman. Kami peluk-pelukan dan menangis," kenang Dodhy saat berkunjung ke WMI, Agustus 2006.
Jelata
Mereka lahir dari realitas kehidupan rakyat jelata, bukan produk reality show. Dodhy pernah menjadi kuli bangunan. Bebe yang bernama lengkap Novri Azwat (18) membantu orangtua jualan nasi uduk di depan Rumah Sakit Abdul Muluk, Bandar Lampung. Rustam Wijaya (22) alias Tama adalah penjual sandal jepit. Iim bekerja di bengkel motor, sedangkan Andika (23), sang vokalis, adalah penjual cendol keliling.
"Makanya suara keras karena biasa teriak-teriak jualan cendol," seloroh rekannya.
Dodhy dan kawan-kawan biasa nongkrong menghibur diri sambil nyanyi di jembatan di Jalan Dr Sutomo. Sesekali, mereka berpatungan agar bisa berlatih band di studio rental. Mereka sering harus menjaminkan sepeda motor sebagai jaminan kekurangan biaya sewa studio.
Pada Juli 2005 Kangen membuat CD demo dan mengirimnya ke stasiun radio di Bandar Lampung. Mereka mengirim demo lagu Penantian yang Tertunda dan kemudian Tentang Aku, Kau & Dia. Karena jarang diputar, awak Kangen sengaja menelepon ke radio tersebut dengan berpura-pura sebagai pendengar yang meminta lagu itu untuk diperdengarkan.
Belakangan Tentang Aku, Kau & Dia sering diputar oleh radio tersebut. Sekitar empat minggu kemudian Dodhy mendengar lagu Kangen diputar oleh penjual CD di kaki lima di Pasar Tengah, Tanjung Karang.
"Waktu itu kami seneng banget denger lagu kami dibajak," kenang Dhody.
Lagu Kangen versi bajakan itu semakin populer pada pertengahan tahun 2006. Di radio, pasar, angkot-angkot di Lampung, sampai sejumlah mal di Jakarta sering memutar lagu Tentang Aku, Kau & Dia versi bajakan. Dari popularitas ala bajakan itu, Kangen banyak mendapat undangan manggung. Mereka pertama kali manggung di Pringsewu, Lampung, dengan honor Rp 800.000.
Popularitas Kangen itu kemudian terendus oleh semacam agen bernama Positif Art Management. Bulan Agutus 2006 Kangen mendapat panggilan untuk tampil di Jakarta. Bermodal uang pinjaman mereka berangkat ke Jakarta.
"Kami ketemu mereka dalam keadaan nganggur. Kami tawari mereka untuk main di Jakarta," kenang Sujana dari Positif Art Management.
"Kampungan"
Mengapa Kangen Band?
"Kami menyukai mass market (pasar massal) selain juga yang segmented—tersegmentasi. Yang segmented ini juga penting," kata Jusak Sutiono, Managing Director WMI yang ditemui di Kantor WMI, Jakarta.
Pasar massal dalam dunia dagang adalah kelompok konsumen paling besar untuk produk tertentu. Lebih spesifik lagi pasar massal untuk Kangen Band tersebut adalah kelompok C dan D. Mereka, dari parameter daya beli, adalah kelompok masyarakat menengah ke bawah.
"Mass market, kelas C dan D, kini dilupakan orang," kata Jusak.
Jusak menengarai, pasar massal cenderung menyukai lagu dengan melodi yang didominasi nada minor serta aransemen sederhana. Di telinga Jusak, Kangen Band menawarkan materi dengaran yang agak berbeda, yaitu adanya sentuhan Melayu dan Mandarin pada beberapa lagu mereka, seperti pada lagu Tentang Bintang atau juga Adakah Jawabnya.
"Dan lirik lagu agak kampungan itu tadi ha-ha-ha...." kata Jusak.
Lirik "kampungan" bisa diartikan sebagai penyampaian dengan kata-kata lugas, tanpa basa-basi atau dirangkai-rangkai agar terkesan indah atau puitis seperti terdengar pada lagu Selingkuh di atas.
Semoga
Kangen Band terus melejit menjadi band papan atas dan tidak lupa pada
perjuangan mereka. Salut
